No comments yet

Pengurus HMI MPO Cabang Darussalam Resmi Dilantik

PBHMI.info– Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) MPO resmi melantik Pengurus HMI Cabang Palembang Darussalam  bertempat di aula gedung Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan, kota Palembang, Sabtu, (30/3/2019). Dalam pelantikan tersebut, hadir melantik Sekretaris Jenderal PB HMI periode 2018-2020, Najamuddin Arfah.

Dalam sambutannya, Sekjen PB HMI menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada pengurus baru HMI cabang Palembang Darussalam yang akhirnya resmi dilantik pada kesempatan tersebut.

“Tentu apresiasi kepada kader HMI di Palembang, sehingga saat ini HMI MPO di Palembang resmi dilantik. Saya kira ini bukanlah ceremonial semata sebagai prosesi organisasi. Tetapi ini adalah momentum sejarah bagi hadirnya HMI MPO di bumi Palembang Darussalam. Panji kemanusiaan telah dikibarkan, pena kebenaran telah ditorehkan, perisai keadilan telah ditegakkan, adalah awal dari perjuangan teman-teman membawa HMI tidak hanya sebagai wadah mahasiswa islam tetapi juga sebagai harapan umat, harapan masyarakat indonesia,” kata Najamuddin dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Najamuddin Arfah juga mengingatkan bahwa HMI selain sebagai organisasi perkaderan, juga sebagai organisasi pergerakan dan perjuangan. Sebagai organisasi perjuangan, tentu HMI hadir memperjuangkan nilai-nilai keislaman dan humanisme dalam kaitannya pada kepentingan keumatan.

“Tema intelektual kolektif untuk indonesia berkeadilan, sebagai tema besar PB HMI sejalan dengan tema yang diangkat oleh HMI Cabang Palembang Darussalam, HMI Progresif Revolusioner dalam rangka mewujudkan tatanan masyarakat yang diridhoi Allah SWT. Tentu secara sederhana, kehadiran HMI di Palembang seyogyanya menawarkan kebaruan/kemajuan dan perubahan secara mendasar, terutama dalam konteks paradigma pembangunan dan keadilan ekonomi di Palembang khususnya, dan Sumsel pada umumnya,” lanjut mahasiswa pascasarjana jurusan ekonomi pembangunan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini.

Ia juga mengatakan, jika persoalan mendasar kebangsaan dan keumatan hari ini adalah ketidakadilan, baik ketidakadilan pada akses pendidikan, ketidakadilan dalam penegakan hukum, politik hingga ketidakadilan di bidang ekonomi.

“Paradigma pembangunan secara nasional dengan konsep pertumbuhan ekonomi ternyata belum mampu menjawab secara baik persoalan pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Ketimpangan antara si kaya dan si miskin di Indonesia masih punya gap yang begitu besar. ini bisa dilihat salah satunya dari indeks gini ratio nasional yang masih memprihatinkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI MPO Cabang Palembang Darussalam, Febri Walanda dalam sambutannya menyampaikan, Himpunan Mahasiswa Islam, sebagai organrganisasi Mahasiswa Islam tertua yang sudah lebih dari 70 tahun hadir membersamai bangsa Indonesia. Organ yang lebih dikenal sebagai organisasi perkaderan dan perjuangan ini telah melahirkan banyak tokoh-tokoh, mulai dari cendikiawan, politisi, pemimpin, bahkan sampai kepada seniman. Hampir setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, kader HMI hadir di sana.

“Disamping mencetak tokoh-tokoh bangsa, HMI juga turut andil dalam membangun masyarakat, sebagaimana kalimat yang termaktub di dalam tujuan HMI, “..turut serta bertanggungjawab dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang Diridhoi Allah SWT”. paparnya.

Menurut mantan Presma UNSRI ini, gerakan progresif revolusioner HMI demi terwujudnya tatanan masyarakat yang Diridhoi Allah SWT menjadi tema yang diangkat oleh HMI Cabang Palembang Darussalam periode ini. Progresif artinya bergerak maju, sebagaimana ciri khas anak muda yang senantiasa berbicara tentang masa depan, begitu pula HMI Cabang Palembang Darussalam yang di dalamnya diisi oleh para generasi muda yang senantiasa beriman, berpikir dan beramal untuk masa depan agama, bangsa dan negara Indonesia yang sama-sama kita cintai ini.

“Sedangkan revolusioner artinya adalah senantiasa menuntut perubahan, perubahan yang dimaksud di sini adalah perubahan menuju kepada perbaikan, baik perbaikan pribadi, organisasi maupun bangsa dan Negara ini,” jelasnya.

Seperti yang kita ketahui Sumsel ini adalah provinsi yang penuh akan sumber daya dan potensi, namun mirisnya angka kemiskinan masih begitu tinggi. Tercatat diakhir tahun 2018 kemarin 12,82% angka kemiskinan menggelayuti provinsi ini. Jumlah itu lebih besar daripada angka kemiskinan nasional yang tercatat sebesar 9,66%.

Hanya satu kota yaitu pagar alam yang angka kemiskinannya di bawah angka kemiskinan nasional, yaitu 8,77%. Bahkan ada 5 kabupaten/kota di Sumsel ini yang angka kemiskinannya tembus diatas 15%, yaitu Muratara, Muba, dan Ogan Komering. Sedangkan di Palembang ada lebih dari 184 ribu KK yang terkategori miskin atau kurang mampu.

“Hadirnya HMI Cabang Darussalam di Sumatera Selatan ini salah satunya untuk mencoba menjawab permasalahan itu dengan caranya sendiri sebagai suatu elemen gerakan mahasiswa. Kedepan, kita HMI akan komit untuk menyoroti permasalahan kemiskinan di Sumsel pada umumnya dan Palembang pada khususnya, serta menjadi mitra kritis pemerintah untuk segera tanggap menyelesaikan permasalahan kemiskinan ini. Semoga ikhtiar ini mendapatkan Ridho dari illahi,” pungkasnya.

Setelah kegiatan pelantikan selesai langsung dilanjutkan dengan dialog kebangsaan yang menghadirkan beberapa narasumber seperti, Awalil Rizky (Ketua II Perhimpunan BMT Se-Indonesia, Pengamat Ekonomi Nasional), Ust. H. Kusworo Nursiddik, Lc., (Ketua Forum Zakat (FOZ) Wilayah Sumsel), dan Ust. H. Mgs. Ahmad Fauzan Yayan (Pendiri Pesantren Tahfidz Yatim Dhuafa Kiai Marogan) dengan tema solusi pengentasan kemiskinan indonesia dalam perspektif islam.

Bagikan

Post a comment